Jejak Saya Bersama FPTI Kota Ambon di POPMAL IV 2022

Setiap perjalanan selalu meninggalkan jejak. Ada yang tersimpan dalam ingatan, ada pula yang tercatat melalui foto, kegiatan, dan pemberitaan media. Salah satu jejak yang menjadi bagian penting dalam. perjalanan saya adalah ketika dipercaya memimpin Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Ambon periode 2022–2026.

Kepercayaan tersebut membawa saya lebih dekat dengan para atlet, pelatih, pengurus, dan klub-klub panjat tebing di Kota Ambon. Saya belajar bahwa mengelola organisasi olahraga bukan hanya tentang pertandingan dan medali. Di dalamnya terdapat tanggung jawab, kerja sama, pengorbanan waktu, serta upaya menjaga semangat orang-orang yang memiliki tujuan yang sama.

Salah satu momen yang masih saya ingat adalah perjuangan atlet Kota Ambon dalam cabang olahraga panjat tebing pada Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) IV Tahun 2022.

Perjuangan Atlet Panjat Tebing di POPMAL IV

Jejak Sudirman Rumakeffing bersama FPTI Kota Ambon

Pertandingan final kategori Lead Perorangan Putri dilaksanakan pada 24 November 2022 di Wall Climbing Kampus IAIN Ambon. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari hari kedua pelaksanaan cabang olahraga panjat tebing dalam POPMAL IV.

Bagi sebagian orang, panjat tebing mungkin terlihat seperti perlombaan untuk mencapai titik tertinggi. Namun, olahraga ini memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks.

Seorang atlet harus mampu membaca jalur, menentukan pegangan, mengatur tenaga, menjaga keseimbangan, dan mengambil keputusan dalam waktu terbatas. Kesalahan kecil dapat memengaruhi seluruh hasil pertandingan.

Kategori lead secara khusus menuntut daya tahan fisik, teknik, konsentrasi, dan keberanian. Atlet harus bergerak setinggi mungkin pada jalur yang telah disiapkan. Di balik setiap gerakan, terdapat proses latihan panjang yang tidak selalu terlihat oleh penonton.

Ada rasa lelah, kegagalan, ketakutan, dan usaha untuk mencoba kembali. Semua itu menjadi bagian dari perjalanan seorang atlet sebelum akhirnya tampil dalam sebuah pertandingan.

Medali Perak untuk Kota Ambon

Pada final Lead Perorangan Putri POPMAL IV, atlet Kota Ambon, Candrawati Barakati, berhasil meraih medali perak. Ia membukukan poin final 28+ dengan catatan waktu 4 menit 56 detik.

Medali emas diraih Rima Elvira dari Kabupaten Buru, sedangkan medali perunggu diperoleh Ingriyani Banyal dari Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pencapaian Candrawati menjadi hasil yang membanggakan bagi kontingen Kota Ambon. Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa atlet panjat tebing Kota Ambon memiliki kemampuan untuk bersaing dengan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Maluku.

Sebagai Ketua Umum FPTI Kota Ambon saat itu, tentu saya merasa senang dan puas dengan hasil yang diperoleh. Namun, pencapaian tersebut tidak hanya saya pandang dari medali yang berhasil dibawa pulang.

Di balik medali itu terdapat kerja keras atlet, arahan pelatih, dukungan pengurus, dan semangat seluruh pihak yang terlibat. Prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan satu orang.

Bagi saya, medali juga membawa tanggung jawab baru. Prestasi atlet perlu dijaga dan dilanjutkan melalui pembinaan yang lebih terarah agar kemampuan mereka terus berkembang.

Pertandingan dapat selesai dalam beberapa menit, tetapi membentuk seorang atlet berprestasi membutuhkan proses bertahun-tahun.

Jejak FPTI Kota Ambon: Emas pada Kategori Speed WR

Perjalanan Sudirman Rumakeffing bersama FPTI Pengcab Kota Ambon periode 2022–2026.
Dokumentasi prestasi atlet FPTI Kota Ambon, Irfan Wali, yang meraih medali emas cabang olahraga panjat tebing kategori Speed World Record pada POPMAL IV di Kota Ambon.

Selain medali perak pada kategori Lead Perorangan Putri, FPTI Kota Ambon juga mencatatkan prestasi membanggakan melalui kategori Speed World Record atau Speed WR.

Pada kategori tersebut, Irfan Wali yang mewakili kontingen Kota Ambon berhasil meraih medali emas. Keberhasilannya menjadi salah satu jejak penting FPTI Kota Ambon dalam pelaksanaan POPMAL IV Tahun 2022.

Berbeda dengan kategori lead yang menuntut atlet mencapai titik tertinggi pada jalur dengan tingkat kesulitan tertentu, kategori Speed WR menguji kemampuan atlet menyelesaikan jalur standar dalam waktu secepat mungkin. Kekuatan, ketepatan gerakan, koordinasi, konsentrasi, dan keberanian mengambil keputusan dalam hitungan detik menjadi bagian penting dalam nomor ini.

Keberhasilan Irfan mencapai waktu terbaik dan berdiri di podium tertinggi menunjukkan bahwa atlet panjat tebing Kota Ambon mampu bersaing pada nomor kecepatan di tingkat Provinsi Maluku. Medali emas tersebut turut menyumbang perolehan medali kontingen Kota Ambon, yang kemudian keluar sebagai juara umum POPMAL IV Tahun 2022.

Bagi saya, pencapaian tersebut bukan hanya kemenangan seorang atlet. Di balik medali emas itu terdapat latihan yang panjang, pendampingan pelatih, dukungan pengurus, serta kerja bersama klub-klub yang menjadi tempat pembinaan atlet.

Perjalanan Irfan juga tidak berhenti pada POPMAL IV. Ia terus menjalani pembinaan dan pada 2025 terpilih bersama Enrivo Fauzan Maszycura untuk mewakili Maluku dalam Kejuaraan Nasional Panjat Tebing di Semarang. Sebelum diberangkatkan, keduanya mengikuti pemusatan latihan daerah secara mandiri selama satu bulan dan dipersiapkan untuk bertanding pada nomor Speed WR, Lead, dan Board.

Dari podium POPMAL IV hingga kesempatan tampil pada kompetisi nasional, perjalanan Irfan memperlihatkan bahwa prestasi tingkat daerah dapat menjadi pijakan menuju jenjang yang lebih tinggi. Hal itu sekaligus menegaskan pentingnya pembinaan yang konsisten, kesempatan bertanding, dan dukungan berkelanjutan kepada atlet.

POPMAL sebagai Ruang Evaluasi

POPMAL IV bukan sekadar tempat memperebutkan medali. Ajang ini menjadi ruang bagi atlet dari berbagai daerah di Maluku untuk bertemu, bertanding, dan mengukur kemampuan.

Melalui kompetisi, atlet dapat mengetahui perkembangan dirinya. Pelatih dapat melihat kekuatan dan kelemahan yang masih perlu diperbaiki, sedangkan pengurus organisasi memperoleh bahan evaluasi untuk menyusun program pembinaan berikutnya.

Pengalaman bertanding memiliki peran penting dalam perkembangan atlet panjat tebing. Latihan rutin memang menjadi dasar, tetapi suasana kompetisi menghadirkan tekanan yang berbeda.

Ketika berada di jalur pertandingan, atlet harus belajar mengendalikan emosi, menjaga konsentrasi, mengatur tenaga, dan mengambil keputusan dengan cepat. Semakin banyak kesempatan bertanding yang diperoleh, semakin besar pula peluang seorang atlet untuk berkembang.

Karena itu, kompetisi seperti POPMAL perlu dilihat sebagai bagian dari proses pembinaan jangka panjang, bukan hanya sebagai agenda olahraga yang selesai setelah penyerahan medali.

Tantangan Pembinaan Panjat Tebing

Membina olahraga panjat tebing bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan fasilitas latihan yang memadai, perlengkapan berstandar keselamatan, pelatih yang kompeten, program latihan berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak.

Pembinaan juga tidak dapat dilakukan secara instan. Atlet membutuhkan waktu untuk membangun kekuatan, memperbaiki teknik, meningkatkan kemampuan membaca jalur, dan mempersiapkan mental menghadapi pertandingan.

Di sinilah organisasi memiliki peran penting. Pengurus, pelatih, atlet, klub, pemerintah, dan masyarakat perlu bekerja bersama. Tanpa kolaborasi dan kesinambungan program, potensi atlet akan sulit berkembang secara maksimal.

Pengalaman selama memimpin FPTI Kota Ambon membuat saya semakin memahami bahwa sebuah organisasi olahraga tidak hanya berbicara tentang siapa yang berada di posisi ketua.

Organisasi dibangun oleh banyak orang. Ada pengurus yang meluangkan waktu, pelatih yang sabar mendampingi latihan, atlet yang terus berusaha, serta klub-klub yang menjadi tempat tumbuhnya calon atlet berprestasi.

Belajar tentang Kepemimpinan dari Panjat Tebing

Keterlibatan saya dalam FPTI Kota Ambon memberikan banyak pelajaran mengenai organisasi dan kepemimpinan.

Saya belajar bahwa menjadi pemimpin tidak berarti harus selalu berdiri paling depan. Dalam situasi tertentu, seorang pemimpin perlu berada di samping untuk mendampingi. Pada kesempatan lain, ia harus berada di belakang untuk memberikan dorongan dan memastikan semua orang dapat bergerak bersama.

Saya juga belajar bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dibangun oleh satu orang. Sebaik apa pun gagasan seorang pemimpin, hasilnya tidak akan maksimal tanpa komunikasi, kerja sama, dan kepercayaan.

Panjat tebing sendiri mengajarkan filosofi yang dekat dengan perjalanan kehidupan. Seseorang tidak langsung berada di puncak. Ia harus memulai dari bawah, mencari pegangan, menentukan jalur, menghadapi kesulitan, dan terus bergerak.

Ada kalanya seseorang salah memilih pegangan. Ada pula saat ketika tenaga mulai berkurang dan keraguan muncul. Namun, selama masih ada keberanian untuk mencoba, selalu ada kemungkinan untuk melanjutkan perjalanan.

Salah Satu Jejak dalam Perjalanan Saya

Jejak Sudirman Rumakeffing bersama FPTI Kota Ambon

Pemberitaan mengenai final Lead Perorangan Putri POPMAL IV menjadi salah satu catatan yang mengingatkan saya pada masa ketika menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua Umum FPTI Kota Ambon periode 2022–2026.

Catatan ini tidak saya tulis untuk menempatkan diri sebagai pusat dari keberhasilan tersebut. Prestasi yang diperoleh merupakan hasil perjuangan atlet dan kerja bersama seluruh pihak yang terlibat.

Saya hanya menjadi salah satu orang yang pernah hadir, belajar, dan mengambil bagian dalam proses itu.

Bagi saya, setiap pengalaman memiliki nilai. Jabatan dapat berakhir dan pertandingan akan selesai, tetapi pelajaran yang diperoleh akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup.

Pengalaman bersama FPTI Kota Ambon mengajarkan saya tentang kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, serta pentingnya menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

Estafet Kepemimpinan FPTI Kota Ambon

Perjalanan saya sebagai Ketua Umum FPTI Kota Ambon periode 2022–2026 kemudian sampai pada penghujung masa kepengurusan.

Estafet kepemimpinan organisasi dilanjutkan melalui Musyawarah Kota FPTI Kota Ambon yang berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Aula Kampus STIA ALAZKA Ambon.

Dalam musyawarah tersebut, Muhammad Syahrul resmi terpilih sebagai Ketua Umum FPTI Kota Ambon periode 2026–2030. Ia memperoleh dukungan 11 suara dari klub-klub panjat tebing se-Kota Ambon yang memiliki hak suara.

Terpilihnya kepemimpinan baru menjadi bagian penting dari keberlanjutan organisasi. Pergantian kepemimpinan bukan hanya tentang berakhirnya sebuah masa jabatan, tetapi juga tentang melanjutkan pembinaan, memperkuat organisasi, dan membuka ruang bagi lahirnya gagasan baru.

Setiap periode kepengurusan memiliki tantangan dan tanggung jawabnya masing-masing. Apa yang telah dilakukan pada periode sebelumnya tentu belum sempurna. Namun, setiap program, pengalaman, dan proses yang telah dijalankan dapat menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Saya berharap kepengurusan FPTI Kota Ambon periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Muhammad Syahrul dapat membawa semangat baru, memperkuat pembinaan klub dan atlet, serta meningkatkan prestasi panjat tebing Kota Ambon pada tingkat daerah maupun nasional.

Pada akhirnya, kemajuan organisasi tidak ditentukan oleh satu orang atau satu periode kepengurusan. Kemajuan lahir dari kesediaan semua pihak untuk bekerja bersama dan menjaga kesinambungan pembinaan.

Perjalanan Berlanjut meskipun Jabatan Berakhir

Berakhirnya masa kepemimpinan bukan berarti berakhir pula kepedulian saya terhadap olahraga panjat tebing.

Pengalaman bersama FPTI Kota Ambon akan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidup saya. Dari organisasi ini, saya memperoleh banyak pelajaran yang tidak hanya berguna dalam dunia olahraga, tetapi juga dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Melalui tulisan ini, saya ingin menyimpan salah satu jejak tersebut agar tidak hilang begitu saja. Bukan untuk mengenang jabatan, melainkan untuk menghargai proses dan orang-orang yang pernah berjalan bersama.

Saya berharap olahraga panjat tebing di Kota Ambon dan Provinsi Maluku terus berkembang. Semoga semakin banyak atlet muda yang memperoleh kesempatan berlatih, mengikuti kompetisi, dan mengukir prestasi pada tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.

Sebab, setiap perjalanan menuju puncak selalu dimulai dari satu keberanian: keberanian untuk mengambil pegangan pertama.


Sumber dokumentasi: Pemberitaan Media Nasional mengenai final Lead Perorangan Putri POPMAL IV, laporan hasil pertandingan dari AmbonKita, dokumentasi pelaksanaan POPMAL IV dari Kementerian Agama Provinsi Maluku, serta pemberitaan Potret Maluku mengenai keberangkatan Irfan Wali menuju Kejurnas Panjat Tebing di Semarang.